ABOUT LINKS TAG
about


I'm a brown eyes girl who live in a between. Between Gemini and Leo. Between sad and happy. Between single and taken. Oh, hi, between love and missing? Maybe yes, maybe no. But I think I must keep balance in my life to keep living. To keep in between.


30 Days // Monday, March 3, 2014
4:47 AM

Hari ini sebulan setelah kamu menghilang entah ke mana. Sebulan setelah aku sadar bahwa aku hanya diajadikan pelarian. Pelarian atas segala pelampiasanmu. Aku tahu ini terlambat, sangat terlambat. Aku bodoh karena aku mau-mau saja kamu dekati. Padahal ada udang di balik batu. Sebenarnya niatmu kan bukan seperti yang aku pikirkan, niatmu hanya ingin melampiaskan apapun yang ada di hatimu. Dan akulah yang menjadi sasarannya.
Ini tidak lucu. Sebulan yang lalu, awal perkenalan kita yang klise sekali. Kemudian kamu mulai menjalin kontak lebih dekat denganku. Yah, hanya sekadar mengucapkan 'Selamat Pagi{}'. Emotikon itu artinya apa? Atau aku yang terlalu peka dan kegeeran menganggap emotikon itu tanda kode? Terlebih, tidak hanya saat pagi saja kamu mengucapkan kalimat seperti itu. Tiap siang, sore, dan malam. Bahkan, petang pun iya. Aku tidak salah kan, kalau menganggapmu lebih...?
Kamu juga mulai menanggapi apapun yang aku tulis di media sosial. Kamu juga selalu tersenyum-kadang ditambah kerling yang kuanggap tidak genit-ketika kita bertemu di sekolah atau tempat lain. Sebelum kita kenal, kita kan biasa-biasa saja. Ingat tidak?
Kamu tidak pernah mengucapkan kalimat seperti itu padaku. Kontakmu saja dulu tidak ada di daftarku. Apalagi menanggapi tulisanku di media sosial. Akunku saja kamu tidak tahu. Lalu, apa ini hanya kebetulan? Yang benar saja.
Sepertinya memang kini aku harus berusaha melupakan semuanya tentang kamu. Aku memang tidak benar-benar menyukaimu, tapi setidaknya bayangmu pernah melintas di otakku. Setidaknya, kamu pernah muncul di pikiranku secara tiba-tiba pula. Namun hatiku masih ragu untukmu, dan itu peruntungan bagiku.
Saat ini waktunya tiba untuk aku menghapus semua kenangan itu. Kenangan tentang sesorang sepertimu seharusnya tidak pantas berada di kamus kehidupanku. Seseorang yang egois, memanfaatkan orang lain untuk menjadi pelarian. Seseorang yang tidak pernah peduli akan perasaan orang lain yang pernah didekatinya.
Haha, mungkin aku terlalu melebih-lebihkan sikapmu ya? Mungkin aku terlalu sok dalam berkata-kata.
Tapi aku manusia yang berusaha untuk jujur :). Aku berusaha untuk mengatakan apa adanya. Bukankah Tuhan akan murka pada orang yang munafik? Ya, aku akui hidup ini rumit dan aku hanya manusia kecil yang hanya bisa mengikuti alur kehidupan ini. Kadang hidup ini memang tidak adil, tapi jangan sekali-kali menyalahkan Tuhan. Karena kadang manusialah yang membuat hidup ini tidak adil.
Selamat tinggal kamu.
Kamu tidak perlu mengucapkan kalimat seperti itu lagi padaku.
Kamu tidak perlu menanggapi tulisanku di media sosial.
Kamu sudah mengincar seseorang yang lebih sempurna dariku. Lebih sempurna sekali.
Selamat mengejar Barbiemu.

Labels: , , , ,